Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Day 27 – Luka

PEREMPUAN ingin belajar angka dan kata, tapi langkahnya diredam aksi pinangan Lelaki dan siksa sang saksi. Katanya, ini demi keriput orang tuanya yang berutang budi.

“Kau tak boleh melewati batasan Lelaki, Nak.”

Maka Perempuan menduduki sunyi di rumah Lelaki. Matanya iri memandang ke luar; di mana teman-teman pirang bermain riang, bebas menyusun angka dan kata setinggi angkasa. Sedang ia harus bungkam, hanya bisa menulis puisi dengan air mata sendiri di atas kertas kusut yang ia sembunyikan.

Namun, suatu hari, puisi-puisinya terbaca Lelaki. Lelaki pun disulut murka, menganggap ini pembangkangan. Ia siksa Perempuan dengan tangan yang sebelumnya mengajak Perempuan ke surga.

“Ini tak Halal! Kau mau angkat muka lebih tinggi dariku?!”

Segala sakit dan amukan ditelan sendiri oleh Perempuan. Pita suaranya hanya digunakan untuk minta sejenak waktu istirahat. Tetapi Lelaki tak mau peduli. Sepanjang hari, Lelaki rebahkan Perempuan di kening malam, berkali-kali masukkan luka ke dalam sukma Perempuan, dan ia bilang itu rasa suka. Akhirnya, Perempuan pun mengandung luka yang kian lama kian membesar di perutnya.

Sembilan bulan kemudian, lukanya lahir menjadi Bayi Lelaki yang ia susui pula dengan air mata sendiri. Bayinya tak normal, kata orang tua Lelaki. Akan tetapi, Perempuan tetap tabah mengasihi. Kehadiran sesuatu yang menelan air matanya bisa membuat lukanya lebih cepat kering. Bekas yang menganga biar dia jahit dengan jarum jam yang bergerak abadi.

Atas kerja keras Perempuan, Bayi Lelaki tumbuh tinggi dan cerdas. Perempuan menyusun rencana pelarian bersama Bayi Lelaki, tetapi orang tua Lelaki merenggut bayi itu dari dekapannya. Katanya, Bayi Lelaki mau mereka jadikan kuda pecut keluarga, sebab ia menanggung nama Lelaki di belakang namanya.

Sendirian, Perempuan yang terusir menyaruk langkah dalam sepi. Tiada perjumpaan dengan Bayi Lelaki, tiada apa pun lagi. Jadi, ia jual bekas lukanya untuk dipublikasikan di televisi, radio, toko buku, dan talkshow. Membawa namanya mencelati kesohoran keluarga Lelaki. Air mata pemirsa pun meluap, mendatangkan bah yang menjatuhkan keluarga Lelaki ke bawah kaki Perempuan sendiri.


Diikutsertakan dalam Gerakan Rutin Menulis 30 Hari (Gerimis30Hari) Ellunar Publishing

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: