Q.S. 80 : 33-37

Tetapi tatkala datang teriakan yang memekakkan, Pada hari tatkala orang lari darisaudaranya, Dan dari Ibu dan Bapaknya,ِ Dan istrinya serta anak-anaknya, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Matahari dan Bulan (II)

Kaupikir kau matahari, karena segudang puja-puji yang kautuai itu. Nyatanya kau cuma rembulan, bongkah batu, yang sejak kemunculan dirinya, mendedikasikan diri buat mengitari hidupnya, mengiringi gelap dan terang, surut juga pasang. Kaulupa pada titah bintang-bintang untuk jadi seperti mereka, berpendar jumawa di angkasa, menebar hangat ke ruang hampa, dan pantang menurut pada putaran mana saja. … Lanjutkan membaca Matahari dan Bulan (II)

Betelgeuse

Kadangkala ia ingin menjelma Betelgeuse yang tinggal tunggu ajal. Tetapi sebelum ia padam, akan ia sadarkan orang-orang yang menyakitinya, bahwa ia pernah bersinar, dan memberi kesan pada mereka melalui sebuah ledakan mahadahsyat.

Patah

Ada yang patah dalam hidupnya. Namanya harapan. Di suatu hari, ia menggantungkan asa setinggi puncak gunung. Menjulang, mencapai langit. Dan dengan tekad yang masif, ia berniat untuk mendaki. Berlelah-lelah. Memecut langkah, setapak demi setapak. Sayang, sekukuh apa pun niatnya, separah apa pun ia jungkir-balik, segalanya takkan bisa tercapai jika Semesta menghadirkan topan yang berkali-kali menghempaskannya. … Lanjutkan membaca Patah

Kepada: (Kel)Abang

Dear, Abang Melalui apa yang terjadi pada suatu malam, saya punya spekulasi bahwa ada suatu hubungan yang mengikat kita berdua dalam satu simpul yang erat. Bersama-sama, kita bisa memberinya nama. Simpul love-hate, mungkin? Mulanya, saya pikir kamu membenci saya, karena selama ini terus-menerus meneror saya dengan aura yang mengintimidasi dan membuat saya masuk ke dalam … Lanjutkan membaca Kepada: (Kel)Abang