Manusia punya emosi. Atribut menyusahkan yang tak terlihat, tapi juga mudah berubah. Kalau ada persahabatan dan cinta, itu akan jadi menyenangkan. Tapi kalau suatu hal mengubahnya menjadi dendam dan kebencian, itu bisa memancarkan pikiran untuk membunuh.
"Maaf belum bisa mencintai diriku sebanyak Engkau mencintaiku," ujar seorang hamba kepada Penciptanya.
Sejatinya musuh begitu lekat hingga tak terlihat. Begitu kuat namun tidak tersurat. Bergemuruh tetapi seolah luruh. Begitu ilusif tanpa bersikap agresif. Carilah ia, di dalam diri.
Isn't it kinda ironic that some people who said "No one should judge ones are right and ones are wrong" are actually judging others opinion and way of thinking?
The Chance
Apakah kekhawatiran Choi Jong Hoon akan ledakan emosi adik angkatnya sungguh bakal terbukti?
Die
Does anyone want to die? We could kill each other while looking at the blue sky.
Perempuan dengan Dua Kutub
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan (Sebuah puisi)
Pramunikmat dan Kucing Sekarat
Seorang pelacur bertemu seekor kucing menyedihkan yang mengingatkannya akan dirinya. Dia tidak menduga, kasih yang diberikannya akan tertanam pada benak si kucing.
[Sebuah Lirik] Kawan Niskala – AstraFF
Mereka bilang, aku pelamun larut dalam imaji. Mereka cuma tak tahu kucoba untuk menuangkan fantasi.
[Sebuah Lirik] Di Lembar Harianku
Sunyi mengeras, sepi menderas. Rahmat terhampar, diri tertampar.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.