I don't need to feel unjust because others don't understand me. I mean, I probably don't understand so much of others myself... I studied when I had to... and went out when I had to. I try to be strict with myself. That way... I can be tolerant of others. I just love people. It'd … Lanjutkan membaca About Death, Episode 20
Hanya Aku
Kau telanjang. Tanpa kepura-puraan. Hanya di depanku.
Betelgeuse
Kadangkala ia ingin menjelma Betelgeuse yang tinggal tunggu ajal. Tetapi sebelum ia padam, akan ia sadarkan orang-orang yang menyakitinya, bahwa ia pernah bersinar, dan memberi kesan pada mereka melalui sebuah ledakan mahadahsyat.
Patah
Ada yang patah dalam hidupnya. Namanya harapan. Di suatu hari, ia menggantungkan asa setinggi puncak gunung. Menjulang, mencapai langit. Dan dengan tekad yang masif, ia berniat untuk mendaki. Berlelah-lelah. Memecut langkah, setapak demi setapak. Sayang, sekukuh apa pun niatnya, separah apa pun ia jungkir-balik, segalanya takkan bisa tercapai jika Semesta menghadirkan topan yang berkali-kali menghempaskannya. … Lanjutkan membaca Patah
Kepada: (Kel)Abang
Dear, Abang Melalui apa yang terjadi pada suatu malam, saya punya spekulasi bahwa ada suatu hubungan yang mengikat kita berdua dalam satu simpul yang erat. Bersama-sama, kita bisa memberinya nama. Simpul love-hate, mungkin? Mulanya, saya pikir kamu membenci saya, karena selama ini terus-menerus meneror saya dengan aura yang mengintimidasi dan membuat saya masuk ke dalam … Lanjutkan membaca Kepada: (Kel)Abang
Ki Jae Myung dalam Pinocchio, berkata,
Ini menarik. Tergantung pada bagaimana sesuatu diedit, seseorang bisa menjadi iblis atau seorang pahlawan.
Matahari dan Bulan
Kamu ibaratnya matahari, dan dia rembulan. Pendarnya tidak akan kelihatan, jika kalian bersama. Apa yang tampak darinya adalah pantulan energimu saja. Sedangkan kamu, masih bisa bersinar, ada atau tidaknya dia. Agar hubungan kalian berdua tak saling merugikan, sebaiknya kalian saling berjauhan. Kamu dengan siangmu, dan ia dengan malamnya. Kemudian, kamu bisa senang bersinar terang, dan … Lanjutkan membaca Matahari dan Bulan
Selamat Pulang
Kuucap selamat pulang, kepada dedaun gugur di musim kemarau panjang, yang terkena libasan bayu kencang tak berhati; tiada bernurani. Padahal, reranting itu tempatmu tumbuh, Sayang. Dear, selamat pulang. Bila sudah kau temukan tempatmu di sana, jangan lupa hantarkan kabar padaku. Boleh lewat angin, atau lewat tetesan hujan yang entah kapan turunnya.
Semoga, akhirnya
Engkau adalah hibrida dari doa dan pengharapan, yang berawal dari mimpi dan angan. Kemudian, kujejalkan engkau dalam lafal romantis antara aku dan Pemilikku, pada penghujung malam yang dingin dan sunyi. Barangkali, peluh tak akan selalu menjelma tawa. Ada kalanya ia hanya bermuara pada sesal tiada tara. Namun, aku percaya, di akhir masa ia berbuah pahala … Lanjutkan membaca Semoga, akhirnya
Kadang, ketidakmampuan kita menyikapi terang itu lebih bahaya. Cahaya kerap membuat jumawa.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.