Engkau mungkin lupa pernah bersusah-payah menyalakan sebatang lilin di bawah hujan, yang kini pelan-pelan kaupadamkan.
Lilin di Bawah Hujan
Engkau mungkin lupa pernah bersusah-payah menyalakan sebatang lilin di bawah hujan, yang kini pelan-pelan kaupadamkan.
Tampan, rupawan, tak menjadi jaminan cinta bakal terbalaskan. Lantas, ketika kesabaran habis dilahap kesadaran, langkah pasti kujalankan. Kau melihatku hanya dengan sebelah mata? Baik, akan kuwujudkan!
Aku mencintai dia, namun hujan membuatku menyayangi dia yang lainnya. Lalu pada akhirnya, aku tak beroleh apa-apa.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.