Ronggamu Memamah Isi Semesta

๐‘น๐‘ถ๐‘ต๐‘ฎ๐‘ฎ๐‘จ๐‘ด๐‘ผ ๐‘ด๐‘ฌ๐‘ด๐‘จ๐‘ด๐‘จ๐‘ฏ ๐‘ฐ๐‘บ๐‘ฐ Semesta. Engkau menelan tanpa perlu lidah, mereguk walau tak berbibir, menenggak tanpa peristaltik. Segenap materi yang berkelindan di udara: serpihan luka, debu-debu pengelana, serapah yang dilontarkan saliva, doa-doa merana di penghujung asa, napas yang terputus di ambang rasa ... kauserap ke dalammu pula. Engkaulah gravitasi yang mengisap segala. Meniadakan perbedaan yang lumrah … Lanjutkan membaca Ronggamu Memamah Isi Semesta

Takut Mati

๐‘ฒ๐‘ถ๐‘ป๐‘จ ๐‘ฐ๐‘ต๐‘ฐ ๐‘น๐‘จ๐‘บ๐‘จ๐‘ต๐’€๐‘จ ๐‘ด๐‘ฌ๐‘ต๐‘ถ๐‘ณ๐‘จ๐‘ฒ ๐‘ป๐‘ฐ๐‘ซ๐‘ผ๐‘น. Bahkan sewaktu lampu-lampu padam serentak, bayangannya masih bergerak sendiri. Merayapi dinding-dinding menjulang. Menempel di atap, menjelma orkestra bersama decak cecak dan kerik jangkrik. Jalanan dipenuhi kursi-kursi tanpa pemilik. Beberapanya berdiri tegak di atas genangan air. Sebagian terbalik dengan kaki menuding langit. Tidak ada yang mau mendudukinya. Tidak pula aku. Kesannya, … Lanjutkan membaca Takut Mati

Traktat Kepala Mega

I.Langitku hari ini dipatahkan petir, daririak satu entitas kelabuyang agaknya terlampau kerapmenyesap getir.Di atas kedua pundak,ia padatkan dunia tanpa kehendak,sekumpulan amuk turut bergolak-golakdari sisa peluh dan keluh naluri yang berteriak. Getar getir udara dihisapnya kuat dengan kemungkinan menanti di ujung Barat entah dalam hujan yang berkat,ataukah sebagai banjir yang khianat. Akan tetapi, Sayang, sejatinya, berathanya … Lanjutkan membaca Traktat Kepala Mega

Palung Paling Berbau Pulang

I.di hari pertama, kubelajar:gelombang takselalu memeluk penuh ramahada kalanya ia suruh aku palum tak berarahmenunggangi buih yang patah-patah juga kenyang memandang ombak memecahdengan dendam terbenam pasrahseakan-akan pepasir pun jerimenyimpan luka hati dan dosa jemariuntuk tak dilekangkan mentariatau hitungan hari-hari hari itu pula, kubelajar: setiap karangkadangkala menyemburkan keringโ€”serapah sebab, tiap kusandarkan hidup di atas terompahke sana; … Lanjutkan membaca Palung Paling Berbau Pulang

Hariku Berbadai

HARIKU BERBADAI, TETAPI TIADA pekik yang menyalak-nyalak atau memekakkan telinga. Hanya kedap-kedip mata kilat yang memusingkan jemala. Juga: geram gemuruh halus menyerupai desah laut yang dirahasiakan Bumi, dari langit, dan dari segala mata yang menaksir ketenangan pada wajah-wajah manusia.

Pelabuhan Nestapa

Telah kulabuhkan nestapa itu di penghujung rembangpada bawah dahan trembesi tuayang merenta dalam kesunyian Akar-akarnya mencengkeram tanahseumpama jemari yang enggan menguraisedang bayu mendesirkan epos luka di langit saga yang terbengkalai. Dahulu, mega pernah menderaitangisnya, meluruhkan ratap sayuplewat gerimis yang diresapi tanah Namun, betapa pun hujan berulangmengguyur, pijakan ini tetap dipeluklembab oleh nestari silam Jejak-jejak yang … Lanjutkan membaca Pelabuhan Nestapa

Manusia-manusia Pertengahan

โ„ณENGGAMIT TERANG, menggenggam gelap, manusia-manusia pertengahan meniti hari pada fajar juga senja. Di antara langit yang tak sepenuhnya biru, juga bumi yang tak sepenuhnya hitam, langkah itu terpatri di kesetimbangan, sehalus benang yang dijahit pada rekahan luka.Bukan cahaya yang menyilaukan retina, bukan pula bayang-bayang yang merayapi tembok jelaga. Seumpama kelip lilin yang malu-malu berpijak dan … Lanjutkan membaca Manusia-manusia Pertengahan

Aku Membersamaimu

๐“ku melihatmu, ..., wahai, jiwa yang melalui keterjagaan lebih panjang daripada semestinya, lantaran masih tak kunjung diperjumpakan pada kedamaian. Engkau yang rela meniti lorong gelap, karena hanya itulah yang tersisa, di hamparan dunia yang dijanjikan bertaburkan gemerlap. Yang tak gentar pada lolong serigala, malah mengakrabi hingga menjadikannya pengantar lelap. Yang melulu memainkan alunan melankolia, berulang-ulang, … Lanjutkan membaca Aku Membersamaimu

Euphoria

๐“šEDATANGANNYA MAMPU MENDESIRKAN sensor-sensor yang terbuka. Kemudian, pada akhirnya, ia terasa nyata di dalamku. Selapis getar tipis; gelombang yang menjalar melalui dendrit dan akson. Masuk menghipnotis pikiran dalam letupan yang memicu senyum. Juga: tawa.