Telah kita putus serangkaian koneksi dengan sesuatu yang eksistensial. Kita pun sudah memilih untuk terombang-ambing dalam probabilitas kosmis; membiarkan koordinat kita ditentukan oleh keacakan fatalistik.
Sampai Semua Berakhir
Deret kalimat atau prosa sembarang yang tidak bisa dikategorikan ke dalam genre mana pun.
Telah kita putus serangkaian koneksi dengan sesuatu yang eksistensial. Kita pun sudah memilih untuk terombang-ambing dalam probabilitas kosmis; membiarkan koordinat kita ditentukan oleh keacakan fatalistik.
ℳENGGAMIT TERANG, menggenggam gelap, manusia-manusia pertengahan meniti hari pada fajar juga senja. Di antara langit yang tak sepenuhnya biru, juga bumi yang tak sepenuhnya hitam, langkah itu terpatri di kesetimbangan, sehalus benang yang dijahit pada rekahan luka.Bukan cahaya yang menyilaukan retina, bukan pula bayang-bayang yang merayapi tembok jelaga. Seumpama kelip lilin yang malu-malu berpijak dan … Lanjutkan membaca Manusia-manusia Pertengahan
𝓐ku melihatmu, ..., wahai, jiwa yang melalui keterjagaan lebih panjang daripada semestinya, lantaran masih tak kunjung diperjumpakan pada kedamaian. Engkau yang rela meniti lorong gelap, karena hanya itulah yang tersisa, di hamparan dunia yang dijanjikan bertaburkan gemerlap. Yang tak gentar pada lolong serigala, malah mengakrabi hingga menjadikannya pengantar lelap. Yang melulu memainkan alunan melankolia, berulang-ulang, … Lanjutkan membaca Aku Membersamaimu
𝓚EDATANGANNYA MAMPU MENDESIRKAN sensor-sensor yang terbuka. Kemudian, pada akhirnya, ia terasa nyata di dalamku. Selapis getar tipis; gelombang yang menjalar melalui dendrit dan akson. Masuk menghipnotis pikiran dalam letupan yang memicu senyum. Juga: tawa.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤ𝓢ebab, seberagam apa pun emosi yang dilahirkannya; suka, duka, luka atau murka ..., ㅤㅤjatuh cinta dan patah hati ialah dua mata air dari telaga nan suci. Sanggup menghidupkan kembali jiwa pujangga yang telah lama sepi, bahkan yang sudah mengerontang mati. ㅤㅤ
SUATU HARI, CELAH HITAM merekah di langit semestaku. Malam tiba terlampau dini. Dari angkasa yang nirbintang, namamu mencuat dan memelesat. Ekornya membias bagai gema yang tak pudar-pudar.
IA ADALAH MENDUNG di langit-langitku. Kedatangannya tidak meninggalkan jejak. Yang jelas, membersamainya, aku disapa serpihan memori yang telah berlalu, kekecewaan yang bertalu-talu, kehilangan yang pilu, serta adukan haru dan malu.
Jam tiga dini hari memang waktu yang sempurna untuk menjadi hakim atas diri sendiri. Membuka sidang atas hal-hal yang sudah berlalu, yang seharusnya sudah selesai. Membongkar apa yang tidak butuh lagi jawaban, lalu menyerahkan diri pada kekosongan yang justru membuat dada terasa dibeludaki beban.
If there were a spell from Harry Potter that could come true in the real world, I would choose "Obliviate." I would erase the memories of everyone who has ever known me, turning myself into a stranger once again. This includes my family. I just want to vanish into the unknown as someone unrecognizable.
Kondisi dan latar belakang orang boleh jadi berbeda. Tapi makna cinta selalu sama. Semua orang akan berusaha membuat yang dicintainya berbahagia.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.