Qiang Jie kecil menyukai musim dingin, sebab aromanya seperti aroma ibu.
Aroma Ibu
Qiang Jie kecil menyukai musim dingin, sebab aromanya seperti aroma ibu.
Ma-ha-sis-wa. Satu kata yang dulu gue idam-idamkan, tapi setelah gue gapai, bikin gue geli. Kenapa nasib percintaan gue sebegini ampasnya?
Saya adalah jiwa yang terasing dari peradaban karena ingin kabur dari kehidupan yang semestinya.
“Aku bisa melihat kepingan salju dalam bola matamu.”
Kamu lihat hujan malam ini? Aku adalah tetesan airnya yang jatuh tepat di atap rumahmu, berharap tempiasnya sampai ke hatimu. Namun kamu memilih lelap di bawah selimutmu, dan mengabaikan aku yang sedang mengetuk jendela kamarmu untuk mengabarkan rindu.