Ia memahaminya: pagi ini telah menentukan nasib barunya. Gerbang barunya pun membuka. Kini, ia bisa mengakhiri segalanya.
Lampu Kamar Seberang
Ia memahaminya: pagi ini telah menentukan nasib barunya. Gerbang barunya pun membuka. Kini, ia bisa mengakhiri segalanya.
Ada badai yang mengamuk dalam heningnya malam. Saat semua mata memilih pejam untuk beristirahat, badai itu menjerat satu entitas dalam sekarat yang makin lama makin berkarat. Kepadanya, terbanglah undangan bertengkar, melalui pikiran-pikiran; melandaskan teriakan-teriakan yang ia sendiri tak tahu asalnya dari mana. Mungkin dari kepalanya sendiri yang selalu berbisik berisik selagi mulutnya sibuk membungkam. Bising … Lanjutkan membaca Amuk
Balasan untuk lima puluh tangkai mawar merah yang Kaola kirim pada Valentine, tiba di hari White Day. Balasan perdana untuk dua belas tahun masa kerjanya, yang membuat jantungnya nyaris copot.
mari,
kugiring kau berkalih
dunia pasti 'kan menjumpai pulih
lewat racikan yang bersama kita pilih
Wangi subuh pun tak membebaskan perempuan yang raganya tergolek di atas kesia-siaan ...
Engkau tahu, pernah ada ... taut menuju laut yang sama