Hitam itu legam, hitam itu malam. Ada rasa iri yang menahun bercokol, terbenam, lalu timbul lagi hanya karena kebiasaan membandingkan penderitaan dan keberuntungan. Aku tahu, semua orang dilahirkan dengan jalan masing-masing. Punya rezeki masing-masing. Mungkin aku melihat kesempurnaan dari orang lain, hanya karena mereka menyembunyikan kecacatan di balik sepuhan. Hitam itu kelam, hitam itu balam. … Lanjutkan membaca Hitam Itu…
orang bodoh
Bekerja atau hidup dengan orang bodoh yang tidak menyadari kebodohannya adalah neraka. Kekesalan berulang yang menggerogoti kewarasan. Orang bodoh yang tidak merasa dirinya bodoh adalah spesies paling bebal di muka bumi. Apalagi jika kebodohan mereka membuat mereka memaksakan kebodohan lain pada sekitar.
Amuk
Ada badai yang mengamuk dalam heningnya malam. Saat semua mata memilih pejam untuk beristirahat, badai itu menjerat satu entitas dalam sekarat yang makin lama makin berkarat. Kepadanya, terbanglah undangan bertengkar, melalui pikiran-pikiran; melandaskan teriakan-teriakan yang ia sendiri tak tahu asalnya dari mana. Mungkin dari kepalanya sendiri yang selalu berbisik berisik selagi mulutnya sibuk membungkam. Bising … Lanjutkan membaca Amuk
Menuliskan Siklus Mala
Bebunyian merebak. Ledakan, lalu jeritan, dan tangisan. Erangan-erangan berkepanjangan. Berkelanjutan. Tiada penghabisan. Derap kaki telanjang menyusul kemudian. Menjauhkan diri dari tumpahan kedukaan. Menjatuhkan diri ke dalam tumpahan kedukaan. Kaki itu tak luput dilahap genangan. Kemudian lenyap dan kehilangan. Menciptakan lebih banyak bebunyian. Ledakan, lalu jeritan, dan tangisan. Erangan-erangan berkepanjangan. Bekelanjutan. Tanpa ada penghabisan. Bau darah … Lanjutkan membaca Menuliskan Siklus Mala
Yang Harusnya Kamu Ingat
Harusnya kau ingat. Bagaimana kau terbangun di pagi buta, dengan tangis memecah sunyi yang terbata. Mengoyak lelapku, menuntut ikut terbangun, demi menyingkirkan sisa-sisa serapan hidup yang menempel di bokongmu. Harusnya kau ingat, bagaimana kau datang menghampiriku, mengeja kata, mengemis bantuan untuk mengerjakan tugas-tugas yang tidak bisa kau selesaikan sendirian. Harusnya kau ingat, betapa tangan ini, … Lanjutkan membaca Yang Harusnya Kamu Ingat
Matahari dan Bulan (II)
Kaupikir kau matahari, karena segudang puja-puji yang kautuai itu. Nyatanya kau cuma rembulan, bongkah batu, yang sejak kemunculan dirinya, mendedikasikan diri buat mengitari hidupnya, mengiringi gelap dan terang, surut juga pasang. Kaulupa pada titah bintang-bintang untuk jadi seperti mereka, berpendar jumawa di angkasa, menebar hangat ke ruang hampa, dan pantang menurut pada putaran mana saja. … Lanjutkan membaca Matahari dan Bulan (II)
Betelgeuse
Kadangkala ia ingin menjelma Betelgeuse yang tinggal tunggu ajal. Tetapi sebelum ia padam, akan ia sadarkan orang-orang yang menyakitinya, bahwa ia pernah bersinar, dan memberi kesan pada mereka melalui sebuah ledakan mahadahsyat.
Patah
Ada yang patah dalam hidupnya. Namanya harapan. Di suatu hari, ia menggantungkan asa setinggi puncak gunung. Menjulang, mencapai langit. Dan dengan tekad yang masif, ia berniat untuk mendaki. Berlelah-lelah. Memecut langkah, setapak demi setapak. Sayang, sekukuh apa pun niatnya, separah apa pun ia jungkir-balik, segalanya takkan bisa tercapai jika Semesta menghadirkan topan yang berkali-kali menghempaskannya. … Lanjutkan membaca Patah
Kepada: (Kel)Abang
Dear, Abang Melalui apa yang terjadi pada suatu malam, saya punya spekulasi bahwa ada suatu hubungan yang mengikat kita berdua dalam satu simpul yang erat. Bersama-sama, kita bisa memberinya nama. Simpul love-hate, mungkin? Mulanya, saya pikir kamu membenci saya, karena selama ini terus-menerus meneror saya dengan aura yang mengintimidasi dan membuat saya masuk ke dalam … Lanjutkan membaca Kepada: (Kel)Abang
Matahari dan Bulan
Kamu ibaratnya matahari, dan dia rembulan. Pendarnya tidak akan kelihatan, jika kalian bersama. Apa yang tampak darinya adalah pantulan energimu saja. Sedangkan kamu, masih bisa bersinar, ada atau tidaknya dia. Agar hubungan kalian berdua tak saling merugikan, sebaiknya kalian saling berjauhan. Kamu dengan siangmu, dan ia dengan malamnya. Kemudian, kamu bisa senang bersinar terang, dan … Lanjutkan membaca Matahari dan Bulan

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.