Ia tahu, kesalahannya adalah memberi Saka harapan sejak awal. Ia tahu, dirinya sudah salah dan jahat sejak awal. Namun, malam itu, Martha rasa sudah saatnya ia berhenti bertindak jahat.
#16 Dualisme Candrawi
Prosa dalam berbagai genre.
Ia tahu, kesalahannya adalah memberi Saka harapan sejak awal. Ia tahu, dirinya sudah salah dan jahat sejak awal. Namun, malam itu, Martha rasa sudah saatnya ia berhenti bertindak jahat.
Kini Saka membenarkan hal yang sempat ditampiknya: dia sudah sepenuhnya jadi pecundang.
Andai yang Saka sukai bukan Martha, tapi gadis lain, mungkin dia tidak akan kebingungan dan berujung salah menentukan langkah begini. Andai yang Martha sukai bukan Zack, mungkin egonya tidak akan seterluka ini.
Baru kali ini Saka merasa ingin menaruh dulu memori kolektifnya akan peristiwa kemarin ke suatu tempat yang tak terjangkau, sampai beberapa bulan kemudian, atau mungkin tahun, atau justru tidak dia kunjungi lagi sampai mati.
Kalimat itu terhenti, bukan oleh keinginan Saka sendiri. Sebab, Martha telah merangsek maju, mereduksi setiap spasi. Dan, sesuatu yang lembut, manis, tapi dingin, membungkam derasnya arus kalimat dari bibir Saka.
Kalimat yang diucapkan dengan tenang seakan tanpa intensi apa-apa itu justru seperti belati es yang menancap pada dada Saka. Separuh hatinya sakit karena usahanya terasa tidak dihargai. Separuhnya lagi malah mengangguk setuju, sebab Saka sendiri tahu, betapa tidak nyamannya berpenampilan begini.
Bahkan lama sebelum Saka tiba, dia bolak-balik menatap penampilan asing di hadapan cermin. Kebingungan akan siapa yang ada di dalam sana, juga skeptis pada diri sendiri. Keraguan hilang lalu timbul bagai denyut sakit gigi. Benarkah ini bisikan yang akan membuat Martha melihatnya?
Ringkasan cerita Zack tentang caranya mendekati Bella disimak Saka dengan setengah sadar. Terlampau takjub hingga tak tahu mau bilang apa. Terlampau heran sampai kehilangan kata-kata.
Ada gagasan yang tiba-tiba terlahir dalam kepalanya, hingga Saka gugup sendiri. Gagasan yang menyalahi prinsip, juga kode etik profesinya. Namun, langkah ini bisa sedikit membantunya mencegah apa-apa yang tidak ia inginkan.
Saka mengangkat muka dan segera dihadapkan dengan seorang gadis yang ... cantik. Sebagai pria yang jarang memuji, jika otaknya mencetuskan kata cantik bagi seseorang, maka orang itu memang ‘sebegitu cantiknya’.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.