Memang tak ada. Martha sudah berbahagia dalam keputusannya sekarang. Dan, ia berharap Saka pun demikian. Begitu juga dengan semua teman-temannya.
#29 Horizon Rekonsiliasi
Prosa dalam berbagai genre.
Memang tak ada. Martha sudah berbahagia dalam keputusannya sekarang. Dan, ia berharap Saka pun demikian. Begitu juga dengan semua teman-temannya.
Sembilan lembar daun itu kembali disatukan dalam satu wadah yang sama familiernya. Juga kembali mempertemukan Martha dengan Saka.
Semuanya berawal dari bergantinya status hubungan di akun facebook Sunny. Terbitlah praduga dari Tiffany Sang Anjing Polisi, disambut bakaran petasan dari mulut dan jari Putri, sebelum kemudian dikonfirmasi oleh Sang Matahari sendiri.
Ternyata ada banyak perubahan yang harus diantisipasinya. Perasaan yang timbul tenggelam. Orang-orang yang datang dan menghilang.
Imajinasinya yang terlalu aktif mungkin menanamkan pemikiran futuristis, bahwa akan sulit rasanya menjalin hubungan dengan kepribadian Saka yang keras. Memberinya sugesti ia-takut-pada-Saka.
Seharusnya, Martha ikut bahagia. Seharusnya. Akan tetapi, gadis itu tak bia menolak fakta. Ada beberapa serat keberatan yang tetap bercokol di dada.
Mungkin saja, sinar Sang Matahari mampu mencegah Saka memunculkan sisi gelapnya. Menelusup ke dalam, menghangatkan hati lelaki itu, yang mudah sekali membeku.
Manusia adalah makhluk kompleks. Apa-apa yang rumit bisa dijadikannya lebih sederhana. Apa-apa yang sederhana malah disulapnya jadi rumit. Seperti hormon yang diterjemahkannya sebagai perasaan. Seperti perasaan yang diterjemahkan sebagai kekang.
Terkutuklah dirinya. Terkutuklah kehendak hatinya yang kerap berubah-ubah. Terkutuklah kebebasan yang dia terapkan pada dirinya sendiri, yang justru menjadi senjata untuk melukai orang lain, sekalipun itu terjadi tanpa dia sadari.
Ketika pintu itu menutup, Martha merasa atmosfer dalam ruangan bertambah berat sekian ratus atm. Syoknya masih belum surut, dan kini, ia dibiarkan untuk menyelesaikan semua.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.