Manusia-manusia Pertengahan

ℳENGGAMIT TERANG, menggenggam gelap, manusia-manusia pertengahan meniti hari pada fajar juga senja. Di antara langit yang tak sepenuhnya biru, juga bumi yang tak sepenuhnya hitam, langkah itu terpatri di kesetimbangan, sehalus benang yang dijahit pada rekahan luka.Bukan cahaya yang menyilaukan retina, bukan pula bayang-bayang yang merayapi tembok jelaga. Seumpama kelip lilin yang malu-malu berpijak dan … Lanjutkan membaca Manusia-manusia Pertengahan

Aku Membersamaimu

𝓐ku melihatmu, ..., wahai, jiwa yang melalui keterjagaan lebih panjang daripada semestinya, lantaran masih tak kunjung diperjumpakan pada kedamaian. Engkau yang rela meniti lorong gelap, karena hanya itulah yang tersisa, di hamparan dunia yang dijanjikan bertaburkan gemerlap. Yang tak gentar pada lolong serigala, malah mengakrabi hingga menjadikannya pengantar lelap. Yang melulu memainkan alunan melankolia, berulang-ulang, … Lanjutkan membaca Aku Membersamaimu

Euphoria

𝓚EDATANGANNYA MAMPU MENDESIRKAN sensor-sensor yang terbuka. Kemudian, pada akhirnya, ia terasa nyata di dalamku. Selapis getar tipis; gelombang yang menjalar melalui dendrit dan akson. Masuk menghipnotis pikiran dalam letupan yang memicu senyum. Juga: tawa.

Itu …

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ       ㅤㅤㅤㅤ𝓢ebab, seberagam apa pun emosi yang dilahirkannya; suka, duka, luka atau murka ..., ㅤㅤjatuh cinta dan patah hati ialah dua mata air dari telaga nan suci. Sanggup menghidupkan kembali jiwa pujangga yang telah lama sepi, bahkan yang sudah mengerontang mati. ㅤㅤ

Sebab Seberagam Apa Pun …

Sebab, seberagam apa pun emosi yang dilahirkannya; suka, duka, luka atau murka ..., ㅤㅤjatuh cinta dan patah hati ialah dua mata air dari telaga nan suci. Sanggup menghidupkan kembali jiwa pujangga yang telah lama sepi, bahkan yang sudah mengerontang mati. ㅤ

Sombra

SEMUA ORANG YANG MENGENALNYA sepakat: Nindhita selalu tersenyum. Senyum itu serupa tanda tangan: konstan, tak dilebih-kurangkan, cukup membuat mereka merasa diterima. Namun, terdapat seulas senyum kecil yang khusus ia sisipkan untuk hal tertentu.

Munafik

Sementara alunan Nocturne Op. 9 No. 2-nya Chopin mulai merambati kupingku dari pemutar musik kafe. “Menurutmu, orang yang selalu menunjukkan sisi baiknya ke orang lain tetapi menyembunyikan sisi gelapnya ..., itu munafik, tidak?”