Tacenda

Aku tidak tahu pasti sudah berapa kali kucoba mengeruk dan mengorek kembali keping-keping kenangan yang telah reput, lalu memeluknya erat---rapat-rapat. Rindu selalu hadir tiba-tiba, datang tanpa permisi. Menjemputku menerobos dimensi waktu hanya demi mengingatimu yang telah melayang jauh meninggalkan dasar bumi yang kupijaki. Kepada selaput gemawan yang menyelimuti angkasa, dengan kandungan presipitasi cairnya yang ketika … Lanjutkan membaca Tacenda

Bumi Sudah Tua

Berpuisi tentang alam seolah tidak akan pernah membosankan, banyak ide bisa dicerap dari segala rupa kebutuhan yang sudah disediakan. Walau sepertinya, apa yang manusia sodorkan pada alam bukanlah membalas jasa, tapi mengorek kemarahan. Alih-alih memelihara, mereka malah menoreh luka. Tidak bisa kuimajinasikan besok lusa, kala Pertiwi sudah murka, lalu memporak-porandakan semua. Mungkin manusia akan terus … Lanjutkan membaca Bumi Sudah Tua