Ketika pintu itu menutup, Martha merasa atmosfer dalam ruangan bertambah berat sekian ratus atm. Syoknya masih belum surut, dan kini, ia dibiarkan untuk menyelesaikan semua.
#20 Dramatisasi Telak
Ketika pintu itu menutup, Martha merasa atmosfer dalam ruangan bertambah berat sekian ratus atm. Syoknya masih belum surut, dan kini, ia dibiarkan untuk menyelesaikan semua.
Hening yang mengudara di sana agak lama. Hanya mata-mata yang saling lirik penuh konspirasi, ketika akhirnya untuk pertama kali sejak sekian menit berada di sana, Martha mengajak Saka bicara.
BADAI—ketika Lautan mengamuk, angkasa yang semula biru pun berubah kelabu.
Ada yang retak, yang berjarak, tapi bikin sesak. Setelah perasaan Saka yang kemudian harus ia hadapi dengan pura-pura bersikap biasa, ini kedua kalinya Martha mengutuk kadar kepekaannya.
Ia tahu, kesalahannya adalah memberi Saka harapan sejak awal. Ia tahu, dirinya sudah salah dan jahat sejak awal. Namun, malam itu, Martha rasa sudah saatnya ia berhenti bertindak jahat.
Kini Saka membenarkan hal yang sempat ditampiknya: dia sudah sepenuhnya jadi pecundang.
Andai yang Saka sukai bukan Martha, tapi gadis lain, mungkin dia tidak akan kebingungan dan berujung salah menentukan langkah begini. Andai yang Martha sukai bukan Zack, mungkin egonya tidak akan seterluka ini.
Baru kali ini Saka merasa ingin menaruh dulu memori kolektifnya akan peristiwa kemarin ke suatu tempat yang tak terjangkau, sampai beberapa bulan kemudian, atau mungkin tahun, atau justru tidak dia kunjungi lagi sampai mati.
Kalimat itu terhenti, bukan oleh keinginan Saka sendiri. Sebab, Martha telah merangsek maju, mereduksi setiap spasi. Dan, sesuatu yang lembut, manis, tapi dingin, membungkam derasnya arus kalimat dari bibir Saka.
Kalimat yang diucapkan dengan tenang seakan tanpa intensi apa-apa itu justru seperti belati es yang menancap pada dada Saka. Separuh hatinya sakit karena usahanya terasa tidak dihargai. Separuhnya lagi malah mengangguk setuju, sebab Saka sendiri tahu, betapa tidak nyamannya berpenampilan begini.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.