Prompt: Buruk Rupa
Itik Ingin Menjadi Angsa
Prompt: Buruk Rupa
Prompt: Noktah
Prompt: Terlambat Menyapa
Pada mulanya, dirinya sama sekali tak pernah berpikir kalau semuanya bakal jadi serumit ini. Tetapi segalanya berbeda hanya karena satu kata: 'Baper'.
Aku juga merindukanmu. Ingin sekali kuucapkan kalimat itu, kepadamu. Namun dunia kita kini telah berbeda.
Orang sombong dan orang dengki hidup dalam satu teritori. Orang sombong mengagulkan diri, orang dengki mengucilkan diri. Orang sombong hidup melibas luka, orang dengki hidup berkalang duka. Orang sombong mati karena jumawa, orang dengki mati sebab terpenjara. Orang sombong dan orang dengki sama-sama merana, sama-sama celaka.
Aku tidak tahu pasti sudah berapa kali kucoba mengeruk dan mengorek kembali keping-keping kenangan yang telah reput, lalu memeluknya erat---rapat-rapat. Rindu selalu hadir tiba-tiba, datang tanpa permisi. Menjemputku menerobos dimensi waktu hanya demi mengingatimu yang telah melayang jauh meninggalkan dasar bumi yang kupijaki. Kepada selaput gemawan yang menyelimuti angkasa, dengan kandungan presipitasi cairnya yang ketika … Lanjutkan membaca Tacenda
Aku berlari dan berupaya masuk ke rumah, tapi rupanya pintu itu memang sudah tak lagi terbuka.
Il, puan dari kalangan manusia jelata tak menyangka lamaran kerjanya diterima. Ia bakal jadi guru. Nahasnya, sekolah yang ia lamar rupanya adalah sekolah sihir. Bagaimana jadinya seorang yang tidak bisa sihir mengajarkan sihir?
Kisah dunia kebalikan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.