Ma-ha-sis-wa. Satu kata yang dulu gue idam-idamkan, tapi setelah gue gapai, bikin gue geli. Kenapa nasib percintaan gue sebegini ampasnya?
Nggak Kuat
Ma-ha-sis-wa. Satu kata yang dulu gue idam-idamkan, tapi setelah gue gapai, bikin gue geli. Kenapa nasib percintaan gue sebegini ampasnya?
Saya adalah jiwa yang terasing dari peradaban karena ingin kabur dari kehidupan yang semestinya.
“Aku bisa melihat kepingan salju dalam bola matamu.”
Kamu lihat hujan malam ini? Aku adalah tetesan airnya yang jatuh tepat di atap rumahmu, berharap tempiasnya sampai ke hatimu. Namun kamu memilih lelap di bawah selimutmu, dan mengabaikan aku yang sedang mengetuk jendela kamarmu untuk mengabarkan rindu.
Gadis itu masih tidak menjawab, dan hanya mengerjap-ngerjapkan matanya.
Tiada yang lebih indah bagi Illama untuk mewujudkan mimpinya, sekalipun dengan meninggalkan rekan-rekannya. Happy ending bagi semua. Selamat jalan, Illama.
Kou Sosuke gamang luar biasa. Tatapan Faldio ke arahnya seolah lelaki satu anak itu membencinya. Bukankah mereka pernah akrab sebelumnya?
Engkau mungkin lupa pernah bersusah-payah menyalakan sebatang lilin di bawah hujan, yang kini pelan-pelan kaupadamkan.
Logan Herondale galau sebab ditinggal hibernasi sama teman seasrama; Juan Wind. Berbagai pikiran buruk mulai melanda kepala si cowok sultan akademi.
Secangkir kopi dan gerimis merayakan kesepian. Berembunlah kaca jendela, kulihat kita bertahan di dingin air mata yang sama.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.