Seharusnya ia berjingkrak senang seperti karyawan lain yang memenuhi ruangan. Kenyataannya, batinnya malah didera keraguan. Ini takkan membuat ibunya bahagia, sekalipun sekarang sumber uang sudah dekat. Maka kadar kegembiraannya sendiri pun pupus dilahap kekhawatiran.
PADA JULI 2021, telah saya rampungkan 60 potong cerita dari 30 prompt, berkat ajang menulis F'MEUS #3. F'Meus adalah sebuah akronim dari Festival Menulis AstraFF. SEMENTARA ITU, Desember 2021 saya isi dengan mengikuti event menulis yang diadakan Ellunar Publisher di Instagram selama 30 Hari. Tajuk program ini adalah "Gerimis" (Gerakan Rutin Menulis).
Kalimat itu terhenti, bukan oleh keinginan Saka sendiri. Sebab, Martha telah merangsek maju, mereduksi setiap spasi. Dan, sesuatu yang lembut, manis, tapi dingin, membungkam derasnya arus kalimat dari bibir Saka.
Kalimat yang diucapkan dengan tenang seakan tanpa intensi apa-apa itu justru seperti belati es yang menancap pada dada Saka. Separuh hatinya sakit karena usahanya terasa tidak dihargai. Separuhnya lagi malah mengangguk setuju, sebab Saka sendiri tahu, betapa tidak nyamannya berpenampilan begini.
Bahkan lama sebelum Saka tiba, dia bolak-balik menatap penampilan asing di hadapan cermin. Kebingungan akan siapa yang ada di dalam sana, juga skeptis pada diri sendiri. Keraguan hilang lalu timbul bagai denyut sakit gigi. Benarkah ini bisikan yang akan membuat Martha melihatnya?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.