Kemilau yang selama ini kulihat darinya, tengah meredup malam ini. Dihalangi saput kepedihan seperti bintang yang ditutupi gumpal awan.
Redup
Fiksi yang mengangkat tema romansa, kisah romantika, dan percintaan.
Kemilau yang selama ini kulihat darinya, tengah meredup malam ini. Dihalangi saput kepedihan seperti bintang yang ditutupi gumpal awan.
Haruskah Lyra menjalani hari ulang tahunnya yang membosankan lagi?
Menjadi mantan yang baik, adalah dengan cara berubah jadi lebih 'krenyes'.
Matanya adalah lautan kelam yang menjeratku sampai ke palung terdalam. Matanya adalah mata Medusa yang mampu mengubahku jadi arca.
Pacaran dari zaman jebot, tapi ujungnya dia diijabkabulin orang lain. Nah, lho! Kasihan. Mungkin kamu bukan keping yang cocok buat dia?
Aku dan kamu, tak lain adalah aliran air yang saling mencari. Di matamulah kutemukan muaraku. Di matakulah kau akan menemukan muaramu.
Aku merasa telanjang. Aku merasa dia menelanjangiku tanpa menyentuh pakaianku sedikit pun. Pada akhirnya aku dan dia hanya diam. Mungkin memang lebih baik aku dan dia saling terpaut dan tak bersama.
“Aku bisa melihat kepingan salju dalam bola matamu.”
Kamu lihat hujan malam ini? Aku adalah tetesan airnya yang jatuh tepat di atap rumahmu, berharap tempiasnya sampai ke hatimu. Namun kamu memilih lelap di bawah selimutmu, dan mengabaikan aku yang sedang mengetuk jendela kamarmu untuk mengabarkan rindu.
Secangkir kopi dan gerimis merayakan kesepian. Berembunlah kaca jendela, kulihat kita bertahan di dingin air mata yang sama.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.