Masih segar dalam ingatanku, malam itu, kauseduh rembulan dalam air laut dan kausuguhkan padaku mesra.
Teh Bulan
Fiksi yang mengangkat tema romansa, kisah romantika, dan percintaan.
Masih segar dalam ingatanku, malam itu, kauseduh rembulan dalam air laut dan kausuguhkan padaku mesra.
Desas-desus sekitar tentang kelakuannya yang minus dari standar mereka saat ini hanya seperti ketukan hujan yang ricuh pada genteng.
Seorang Pencuri berparas Asia sebenarnya bukan pencuri. Kalaupun iya, satu-satunya yang berhasil dicurinya hanyalah hati si perempuan bangsawan.
Yang kutahu, aku butuh dia, dan kurasa, dunia yang kejam dan sinting akan melunak dan jadi lebih waras kalau ia membersamaiku; ada di pihakku, di jalan ini.
Sosok itu adalah sewujud mimpi Farah di siang bolong. Mimpi yang seharusnya hanya jadi mimpi. Yang seharusnya hanya bisa dilihat dalam mimpi dan bayang-bayang. Tidak dalam jarak dua meja, apalagi dua inci.
Bagaimana caranya memberikan dukungan dan kasih sayang yang tulus kepada seorang teman tanpa disalahpahami sebagai keinginan untuk memiliki?
Kenapa Candra selalu menggunting kail yang sudah nyaris Tiara tangkap?
Mirakayla bukan pembawa keajaiban. Ia cuma satu dari sekian penduduk bumi yang hipokrit. Tiada yang membedakannya dari ayahnya sendiri.
Satu tahun yang lalu, kamulah pusat perhatianku. Padahal rambut dan bajumu basah oleh tetesan keringat usai berlari menggiring bola hingga mencetak lima gol kemenangan.
Tiba-tiba terdengar derit dari kepalamu. Tiiit… tiiit… tiiit… tiiit… Warning! System failure …
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.