Katakanlah aku celaka, sebab sengaja menghidu aroma yang sejak semula kutahu akan membiusku ke dalam gelombang ketidaksadaran. Berkali-kali, alarm dalam kepalaku berdengking, mencegahku memasuki labirin ini lebih dalam. 'Di sana gelap, kau akan sepi, sendiri, menggigil di bawah kuasa asing,' pekiknya. Kebebalanku tak mampu lagi ditolerir, aku tuli, aku buta, aku mati rasa. Tatap matamu … Lanjutkan membaca Sajak Inferno
Kenyang Sebelum Pergi
Prompt: Saung
Aku Tidak Jahat
Prompt: Hitam-Putih
Tidak Bisa Makan
Prompt: Boneka Jerami
Itik Ingin Menjadi Angsa
Prompt: Buruk Rupa
Salah Mengenali
Prompt: Noktah
Masih Ada Bulan?
Prompt: Terlambat Menyapa
Pergi
Pada mulanya, dirinya sama sekali tak pernah berpikir kalau semuanya bakal jadi serumit ini. Tetapi segalanya berbeda hanya karena satu kata: 'Baper'.
Ruang Kosong
Aku juga merindukanmu. Ingin sekali kuucapkan kalimat itu, kepadamu. Namun dunia kita kini telah berbeda.
Orang Sombong dan Orang Dengki
Orang sombong dan orang dengki hidup dalam satu teritori. Orang sombong mengagulkan diri, orang dengki mengucilkan diri. Orang sombong hidup melibas luka, orang dengki hidup berkalang duka. Orang sombong mati karena jumawa, orang dengki mati sebab terpenjara. Orang sombong dan orang dengki sama-sama merana, sama-sama celaka.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.