Dikecupnya bibir yang kini sewarna darah, kontras dengan warna kulit gadis itu yang pucat.
Romansa Pemerah Bibir
Prosa dalam berbagai genre.
Dikecupnya bibir yang kini sewarna darah, kontras dengan warna kulit gadis itu yang pucat.
Aku mencintai dia, namun hujan membuatku menyayangi dia yang lainnya. Lalu pada akhirnya, aku tak beroleh apa-apa.
Wanita muda itu tidak tahu dosa apa yang dilakukannya sampai beban yang harus ia tanggung pun rasanya terlampau lajat. Ia hanya bisa menangis.
Dia datang lagi. Penantianku selama setahun ini akhirnya terealisasikan juga. Aku bahagia... sekali. Tempat tinggalku jadi ramai dan bersih
Namanya Nida, sahabatku satu-satunya. Atau bisa dibilang, akulah sahabatnya satu-satunya. Ya, karena hanya aku yang selama dua tahun berteman dengannya ini yang tahan dengan 'penyakit indah'-nya.
Seorang insan muda menawarkan pencerahan bagi kaum yang gulita. Sayangnya, ia tak bisa berlama-lama menikmati mentarinya.
Aku dan kamu jauh berbeda. Tapi kekasih yang terbaik adalah kekasih yang terbalik. Camkan itu!
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.