YA, SELALU SEPERTI INI. Ria adalah Si Tukang Mengalah, yang harus melakukan semua titah Ari, dan harus rela disalahkan atas segenap rajukan Ira. Itu karena dirinya anak tengah, jadi posisinya nggak penting bagi siapa-siapa.
Si Anak Tengah
Prosa dalam berbagai genre.
YA, SELALU SEPERTI INI. Ria adalah Si Tukang Mengalah, yang harus melakukan semua titah Ari, dan harus rela disalahkan atas segenap rajukan Ira. Itu karena dirinya anak tengah, jadi posisinya nggak penting bagi siapa-siapa.
AKU BAYANGIN PASTI SERU banget main baseball bareng teman-temanmu di lapangan Pak Haji Dadang. Terus memancing lele di empangnya. Aku kangen makan tempe dan lemper Teh Nining. Di sini nggak ada lele, tempe, atau lemper. Adanya burger. Hehehe.
SENJA ITU PASTILAH JINGGA jika kita mengobrolkan kenyataan. Namun, di lensaku yang cacat dan lelah akan dunia, ia hanya tampak bagai angkasa yang memar, habis digebuki dosa-dosa penduduk Bumi. Sama seperti batinku yang retak, remuk, setelah bertubi-tubi menerima omelan-omelan bos.
TIDAK MUNGKIN, 'KAN, liburannya di kota ini malah mempertemukan dirinya dengan sang mantan kekasih yang sudah dua tahun hilang kabar? Itu hanya satu dari sejuta kemungkinan.
PADA SUATU HARI, ada kau dan aku di sini. Mengukir jejak-jejak di sepanjang pantai, membiarkan sejuknya angin laut menerbangkan asa, dan merelakan sinar matahari mematangkan rasa. Tapi erat genggamanmu padaku seolah tak sudi tanggal oleh apa pun. Masa depan terasa sedekat kata-kata. Dunia ini sejatinya milik kita.
KEHIDUPAN DI DERMAGA ASA memang abadi. Kapal-kapal bertengger, datang dan singgah, bergantian dipecut mentari, ditudungi rembulan, dibuai angin laut, dibelai ketenangan lautan ...
MAYA BERPIJAK SENDIRIAN LAGI DI SINI. Tempat tinggalnya telah hampa. Rumah disulap menjadi puing-puing. Langit yang semula biru digumuli kelabu.
ELARA PINDAH DUA HARI LALU, tapi sudah tiga kali mengunjungi perpustakaan belakang rumah. Berkat didikan Ibu yang kini di Surga, membaca lebur bersama jiwanya.
"SELAMAT DATANG DI KOTA MEMORIAM, wahai Jiwa Baru. Siapakah namamu sebelum mati?"
INI SALAH BARA, PIKIR AGNI. Mereka tidak akan tersesat, andaikata cowok itu tidak menerbitkan ajakan berkemah di gunung. Walhasil, malam menjebak mereka dalam ketidakpastiannya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.