SETIAP SAKSIKAN KABAR dikutilnya uang negara, Gamma memaki-maki sampai merobek koran yang dibaca, pun padamkan teve yang berceloteh ria.
Day 30 – Zamin
SETIAP SAKSIKAN KABAR dikutilnya uang negara, Gamma memaki-maki sampai merobek koran yang dibaca, pun padamkan teve yang berceloteh ria.
TANPA MENIMBANG LEBIH LAMA, Alfa dan Omega putuskan menikah. Katanya, biar tidak berzina, dan halal bikin anak. Tak perlu otak gendut dijejali ilmu perumahtanggaan, apalagi hitung duit dengan upah buruh rendahan. Sekian ratus ribu sudah bisa daftar pernikahan di bawah tangan.
DI GURUN PASIR yang tandus itu, mungkin Fulan satu-satunya anak manusia yang tak perlu memikirkan lapar dan haus. Pundi-pundinya senantiasa terisi dan terus bertambah seiring langkahnya terkayuh, sampai kelak ia tiba di tempat tujuan pengembaraan mereka.
PEREMPUAN ingin belajar angka dan kata, tapi langkahnya diredam aksi pinangan dan siksa sang saksi. Katanya, ini demi keriput orang tuanya yang berutang budi.
JANTUNG OMI BERDEBAR riuh. Rumah adalah hal amat pribadi bagi setiap manusia yang ia tahu. Maka jika Pi sudi mengundangnya tinggal bersama, apakah rasa yang ia pendam ini berbalas?
SAAT SEMUA ORANG bergempita di bulan yang disebut bulan lahir sang pengasih, Delta sibuk membungkus kepala, mengasihani diri sendiri.
BAGI XI, ZETA ITU DEWA. Ia ditakdirkan selamat dari mulut segala kiamat.
DENGAN BIBIR BERHIASKAN senyuman palsu, ia pandang Sin. Gadis itu masih cantik, tapi tampak kaku melayani uluran tangannya, juga sibuk menutupi perut yang bentuknya bahkan belum terlihat gendut.
KETIKA KAU MEREDUKSI spasi antara kita, aku hanya bisa diam terpaku. Menenggak saliva yang menderas tanpa sebab yang kutahu.
BINTANG-BINTANG BERJATUHAN dari matanya, membelah gulita. Jemari Mu memungut mereka untuk ia gantung di plafon, dinding, lemari, dan cermin.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.