Waktu

KUTAHU, HIDUP INI DIGELUNG DURJANA bernama waktu. Yang menciptakan tangan-tangan tak tampak untuk menjauhkan taut atau menautkan yang jauh. ‘Ada’ bisa saja disulapnya ‘tiada’, sebab tiada yang akan selamanya ada.

Samudra

Maka tak peduli telah berapa kali langit hitam menjadi purnama, aku menyusun pelita sebutir demi sebutir, yang kupetik dari percik bintang kecil di bahu bimasakti, untuk kurajut jadi selimut demi menghangatkannya dari kuyup dan dingin. Begitu selimutku rampung tiga bulan kemudian, kubungkus ia dalam kedamaian. Pertemuan kami ditutup dengan pelukan dan tepukan yang menenangkan.