OLEH-OLEH DARI DUBAI yang kamu bawa kutimang dengan semringah. Sekalipun sebetulnya, aku tidak begitu memerlukan pun menginginkannya. Aku hanya senang kamu kembali dengan selamat.
Kejatuhan
Fiksi yang melibatkan penyiksaan karakter secara emosional.
OLEH-OLEH DARI DUBAI yang kamu bawa kutimang dengan semringah. Sekalipun sebetulnya, aku tidak begitu memerlukan pun menginginkannya. Aku hanya senang kamu kembali dengan selamat.
DI TIKUNGAN KEENAM, aku akan menemui anak tangga pertama.
AKU MENYIBAK SELIMUT dan yang kudapati adalah gigil yang ganjil. Padahal ada bau pembakaran dari sisa asap tembakau yang terjebak dalam kamar semalaman.
KUTAHU, HIDUP INI DIGELUNG DURJANA bernama waktu. Yang menciptakan tangan-tangan tak tampak untuk menjauhkan taut atau menautkan yang jauh. ‘Ada’ bisa saja disulapnya ‘tiada’, sebab tiada yang akan selamanya ada.
Ketika tinggiku hampir menyamai tanaman buxus yang menamengi rumah tetangga, Ayah gemar mengajakku jalan-jalan malam hari.
Ibu memang tidak menggenggam cemeti, atau sapu lidi untuk dikibaskan ke betis, atau kayu untuk diempaskan ke punggungku. Namun, ada lidah Ibu yang rutin menampari ulu hati.
Maka tak peduli telah berapa kali langit hitam menjadi purnama, aku menyusun pelita sebutir demi sebutir, yang kupetik dari percik bintang kecil di bahu bimasakti, untuk kurajut jadi selimut demi menghangatkannya dari kuyup dan dingin. Begitu selimutku rampung tiga bulan kemudian, kubungkus ia dalam kedamaian. Pertemuan kami ditutup dengan pelukan dan tepukan yang menenangkan.
Kala itu kulupa bahwa dunia selalu memberlakukan inversi. Bumi ini justru berjalan melalui perputaran. Tiada satu pun yang bertahan selamanya di puncak. Sebab tidak sampai dua tahun sejak pembicaraan itu, apa yang kutampik malah menampar hidupku sekaligus.
Kini aku tahu apa aku. Aku manusia yang punya nama. Namaku … sebentar, biar kuhirup lagi aroma kertas yang menyenangkan ini. Baik, namaku …
Katanya seorang anak manusia terlahir ke duni tanpa dikaruniari kegentaran, selain rasa takut naluriah pada suara keras dan kejatuhan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.