SAAT SEMUA ORANG bergempita di bulan yang disebut bulan lahir sang pengasih, Delta sibuk membungkus kepala, mengasihani diri sendiri.
Day 25 – Desember
Fiksi yang mengandung unsur persahabatan.
SAAT SEMUA ORANG bergempita di bulan yang disebut bulan lahir sang pengasih, Delta sibuk membungkus kepala, mengasihani diri sendiri.
BAGI XI, ZETA ITU DEWA. Ia ditakdirkan selamat dari mulut segala kiamat.
Tangan waktu yang terus berputar dalam irama konstan menghantarkanku pada dua kata: Enam Bulan. Masa yang kumiliki sampai bom waktu dalam diri meledak dan menghancurkanku sendiri menjadi jutaan serdak-serdak kecil.
Di malam Valentine, empat bulan lagi, salju yang jatuh di kaki Goldwin bakal ditumpahi merahnya darah.
Bagiku, lima adalah bilangan keramat. Selain karena aku hidup di negeri dengan lima butir asas negara, namaku pun terdiri dari lima huruf: Jihan, tanpa nama tengah pun nama belakang.
Sesungguhnya, aku, Lilian, Widya, dan seluruh manusia di muka bumi ini sama. Kita candu akan hal-hal tertentu.
Seorang gadis kecil ingin mewujudkan mimpinya. Mimpinya tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin bisa keluar rumah, memiliki teman, dan membangun boneka salju bersama. Tapi dia tidak boleh. Kemudian, sebuah bantuan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Aku merasa telanjang. Aku merasa dia menelanjangiku tanpa menyentuh pakaianku sedikit pun. Pada akhirnya aku dan dia hanya diam. Mungkin memang lebih baik aku dan dia saling terpaut dan tak bersama.
Ma-ha-sis-wa. Satu kata yang dulu gue idam-idamkan, tapi setelah gue gapai, bikin gue geli. Kenapa nasib percintaan gue sebegini ampasnya?
“Aku bisa melihat kepingan salju dalam bola matamu.”
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.