Hidup tak ubahnya permainan hegemoni dualisme beserta lapisan spektrumnya yang saling bergantian menaiki jungkat-jungkit. Gelap dan terang, malam dan siang, adalah konstruksi keberadaan. Tanpa salah satunya, mustahil hidup ini berjalan.
Dualisme
Prosa dalam berbagai genre.
Hidup tak ubahnya permainan hegemoni dualisme beserta lapisan spektrumnya yang saling bergantian menaiki jungkat-jungkit. Gelap dan terang, malam dan siang, adalah konstruksi keberadaan. Tanpa salah satunya, mustahil hidup ini berjalan.
Ia memahaminya: pagi ini telah menentukan nasib barunya. Gerbang barunya pun membuka. Kini, ia bisa mengakhiri segalanya.
Balasan untuk lima puluh tangkai mawar merah yang Kaola kirim pada Valentine, tiba di hari White Day. Balasan perdana untuk dua belas tahun masa kerjanya, yang membuat jantungnya nyaris copot.
Yang kutahu, aku butuh dia, dan kurasa, dunia yang kejam dan sinting akan melunak dan jadi lebih waras kalau ia membersamaiku; ada di pihakku, di jalan ini.
Bagaimana rasanya bahagia? Kata anak tetangga, aku belum pernah merasakannya karena belum pernah dipeluk. Jadi, bagaimana rasanya dipeluk?
Sosok itu adalah sewujud mimpi Farah di siang bolong. Mimpi yang seharusnya hanya jadi mimpi. Yang seharusnya hanya bisa dilihat dalam mimpi dan bayang-bayang. Tidak dalam jarak dua meja, apalagi dua inci.
Kamu tahu, kenapa dalam Supernova, yang jadi peretas kunci itu laki-laki, sementara peretas gerbangnya perempuan?
Sekalipun tidak ada satu pun yang nyata dalam hidup ini, Ga-eul masih bisa merasakan lezatnya tteokbokki, hangatnya pelukan Yoo-ra, lembutnya es krim stroberi yang lumer di lidah, dan empuknya kasur dan selimut asrama.
Catherin tak menaruh afeksi pada permintaan Valerina untuk berhenti. Yang ada dalam kepalanya kini hanya pusaran dendam. Dan kecewa. Dan kekesalan.
Pi punya kewaspadaan tingkat tinggi. Namun, segalanya tidak berarti hanya dalam satu waktu di mana Pi lupa, bahwa sebaiknya dia tidak menilai orang hanya dari penampilan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.