Kalau aku tahu hidupku akan begini, sewaktu masih berada di dalam kandungan, aku mending memilih tidak dilahirkan.
No Connection
Prosa dalam berbagai genre.
Kalau aku tahu hidupku akan begini, sewaktu masih berada di dalam kandungan, aku mending memilih tidak dilahirkan.
Aku merasa telanjang. Aku merasa dia menelanjangiku tanpa menyentuh pakaianku sedikit pun. Pada akhirnya aku dan dia hanya diam. Mungkin memang lebih baik aku dan dia saling terpaut dan tak bersama.
Qiang Jie kecil menyukai musim dingin, sebab aromanya seperti aroma ibu.
Ma-ha-sis-wa. Satu kata yang dulu gue idam-idamkan, tapi setelah gue gapai, bikin gue geli. Kenapa nasib percintaan gue sebegini ampasnya?
Saya adalah jiwa yang terasing dari peradaban karena ingin kabur dari kehidupan yang semestinya.
“Aku bisa melihat kepingan salju dalam bola matamu.”
Kamu lihat hujan malam ini? Aku adalah tetesan airnya yang jatuh tepat di atap rumahmu, berharap tempiasnya sampai ke hatimu. Namun kamu memilih lelap di bawah selimutmu, dan mengabaikan aku yang sedang mengetuk jendela kamarmu untuk mengabarkan rindu.
Tiada yang lebih indah bagi Illama untuk mewujudkan mimpinya, sekalipun dengan meninggalkan rekan-rekannya. Happy ending bagi semua. Selamat jalan, Illama.
Kou Sosuke gamang luar biasa. Tatapan Faldio ke arahnya seolah lelaki satu anak itu membencinya. Bukankah mereka pernah akrab sebelumnya?
Engkau mungkin lupa pernah bersusah-payah menyalakan sebatang lilin di bawah hujan, yang kini pelan-pelan kaupadamkan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.