Dualisme
Hidup tak ubahnya permainan hegemoni dualisme beserta lapisan spektrumnya yang saling bergantian menaiki jungkat-jungkit. Gelap dan terang, malam dan siang, adalah konstruksi keberadaan. Tanpa salah satunya, mustahil hidup ini berjalan.
Hitam Itu…
Hitam itu legam, hitam itu malam. Ada rasa iri yang menahun bercokol, terbenam, lalu timbul lagi hanya karena kebiasaan membandingkan penderitaan dan keberuntungan. Aku tahu, semua orang dilahirkan dengan jalan masing-masing. Punya rezeki masing-masing. Mungkin aku melihat kesempurnaan dari orang lain, hanya karena mereka menyembunyikan kecacatan di balik sepuhan. Hitam itu kelam, hitam itu balam. … Lanjutkan membaca Hitam Itu…
Kredo Kehidupan
Kehidupan Celestilla dalam Tiga Babak.
orang bodoh
Bekerja atau hidup dengan orang bodoh yang tidak menyadari kebodohannya adalah neraka. Kekesalan berulang yang menggerogoti kewarasan. Orang bodoh yang tidak merasa dirinya bodoh adalah spesies paling bebal di muka bumi. Apalagi jika kebodohan mereka membuat mereka memaksakan kebodohan lain pada sekitar.
Lampu Kamar Seberang
Ia memahaminya: pagi ini telah menentukan nasib barunya. Gerbang barunya pun membuka. Kini, ia bisa mengakhiri segalanya.
Amuk
Ada badai yang mengamuk dalam heningnya malam. Saat semua mata memilih pejam untuk beristirahat, badai itu menjerat satu entitas dalam sekarat yang makin lama makin berkarat. Kepadanya, terbanglah undangan bertengkar, melalui pikiran-pikiran; melandaskan teriakan-teriakan yang ia sendiri tak tahu asalnya dari mana. Mungkin dari kepalanya sendiri yang selalu berbisik berisik selagi mulutnya sibuk membungkam. Bising … Lanjutkan membaca Amuk
Lima Puluh Tangkai Mawar
Balasan untuk lima puluh tangkai mawar merah yang Kaola kirim pada Valentine, tiba di hari White Day. Balasan perdana untuk dua belas tahun masa kerjanya, yang membuat jantungnya nyaris copot.
Janjiku: Cara Memanggilmu Pulang
mari,
kugiring kau berkalih
dunia pasti 'kan menjumpai pulih
lewat racikan yang bersama kita pilih
Ibadah Perempuan
Wangi subuh pun tak membebaskan perempuan yang raganya tergolek di atas kesia-siaan ...

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.