Engkau tahu, pernah ada ... taut menuju laut yang sama
Kupikir Nyala Nyaliku Nyalang
Nyaliku menyala nyalang, tiap kusembur padamu geram dan garam yang garang
Sama Butuh Sama Untung
Yang kutahu, aku butuh dia, dan kurasa, dunia yang kejam dan sinting akan melunak dan jadi lebih waras kalau ia membersamaiku; ada di pihakku, di jalan ini.
Dekapan Bahagia
Bagaimana rasanya bahagia? Kata anak tetangga, aku belum pernah merasakannya karena belum pernah dipeluk. Jadi, bagaimana rasanya dipeluk?
Mimpi Dua Inci
Sosok itu adalah sewujud mimpi Farah di siang bolong. Mimpi yang seharusnya hanya jadi mimpi. Yang seharusnya hanya bisa dilihat dalam mimpi dan bayang-bayang. Tidak dalam jarak dua meja, apalagi dua inci.
Melepaskan, daripada Berbagi
Kamu tahu, kenapa dalam Supernova, yang jadi peretas kunci itu laki-laki, sementara peretas gerbangnya perempuan?
Teduh dalam Jarak
Sekalipun tidak ada satu pun yang nyata dalam hidup ini, Ga-eul masih bisa merasakan lezatnya tteokbokki, hangatnya pelukan Yoo-ra, lembutnya es krim stroberi yang lumer di lidah, dan empuknya kasur dan selimut asrama.
Teror
Catherin tak menaruh afeksi pada permintaan Valerina untuk berhenti. Yang ada dalam kepalanya kini hanya pusaran dendam. Dan kecewa. Dan kekesalan.
Don’t Judge a Book by it’s Cover
Pi punya kewaspadaan tingkat tinggi. Namun, segalanya tidak berarti hanya dalam satu waktu di mana Pi lupa, bahwa sebaiknya dia tidak menilai orang hanya dari penampilan.
Kotak Kata dari Kota Kita
demikianlah rindu kubentuk dan kujejalkan dalam kotak kita yang bernama: kota kata

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.