Perempuan itu iri pada ikan yang bebas berenang-renang tanpa perlu uang. Ketika ikan mengajaknya ikut serta, dia merasa seperti pulang.
Ikan
Perempuan itu iri pada ikan yang bebas berenang-renang tanpa perlu uang. Ketika ikan mengajaknya ikut serta, dia merasa seperti pulang.
Sepasang mata yang mengintip di tengah kesunyian malam itu kutahu adalah milikmu. Milikku. Demi bisa lahir baru, kuenyahkan engkau bersama abu.
Sejauh mana kita hendak terbang? Sementara di tepian tebing, bisa kita lihat seorang lelaki tua menggelandang dan terbuang.
Di dunia tanpa kabut dan capung, sosok ibu peri pun berevolusi.
Demi mengantarkan mentari pertama pulang ke haribaan, kau rela menanggung beban seberat dunia.
Jangan jadi pundak tempat bersandar bisa kau pun mencariku sebagai pundak untuk kau bersandar.
Menu Malam Ini: Sepotong Janji Palsu dan Basa-basi. Kemualan dan kemuakanmu membuatmu memilih untuk tidak bisa makan selamanya.
Empat kota tua dipelintir jadi satu rumah. Engkau menyinggahinya saat jauh malam; saat kesadaran jatuh dimakan lelap.
Segalanya selalu dimulai dari ketiadaan. Ketiadaan cahaya; gelap. Ketiadaan suara; senyap. Ketiadaan kesadaran; renyap.
burung-burung terbang rendah menjatuhkan duka di atas atap rumah tetangga ...
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.