Ada gagasan yang tiba-tiba terlahir dalam kepalanya, hingga Saka gugup sendiri. Gagasan yang menyalahi prinsip, juga kode etik profesinya. Namun, langkah ini bisa sedikit membantunya mencegah apa-apa yang tidak ia inginkan.
#8 Siasat Preventif
Ada gagasan yang tiba-tiba terlahir dalam kepalanya, hingga Saka gugup sendiri. Gagasan yang menyalahi prinsip, juga kode etik profesinya. Namun, langkah ini bisa sedikit membantunya mencegah apa-apa yang tidak ia inginkan.
Saka mengangkat muka dan segera dihadapkan dengan seorang gadis yang ... cantik. Sebagai pria yang jarang memuji, jika otaknya mencetuskan kata cantik bagi seseorang, maka orang itu memang ‘sebegitu cantiknya’.
Saat pertama kali berjumpa dengan malam, angkasa jatuh hati. Malam melukiskan baginya keindahan yang semula tak ia ketahui.
Karakter Martha yang seperti itu membuatnya tidak bisa mengalkulasi berapa persen probabilitasnya untuk diterima dan ditolak.
Martha yang diketahuinya memang begitu. Saking penuh akan warna, Saka bingung menerka mana warna gadis itu yang sesungguhnya.
Aroma sampo, parfum, dan keringat akibat aktivitas sepanjang hari berbaur jadi aroma ‘Martha’ yang mengacaukan kerja otak seorang Saka.
KETIKA BEBERAPA PEREMPUAN di zaman klasik dari berbagai latar belakang dikumpulkan, mereka membicarakan soal harapan mereka dan bagaimana mereka melaluinya dengan hunjaman penghakiman.
Terbiasa menjadikan rumus dan premis sebagai pola pikirnya, Saka melihat Martha pertama kali sebagai benang kusut.
Bagi Saka, Martha adalah karya seni itu sendiri. Bagi Saka, Martha menyimpan pesona cahaya dan misteri untuk dia gali.
SETIAP SAKSIKAN KABAR dikutilnya uang negara, Gamma memaki-maki sampai merobek koran yang dibaca, pun padamkan teve yang berceloteh ria.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.