ENTAH KAPAN TERAKHIR kali hal yang hangat berkunjung ke rumah Pi, selain air mata dalam berbagai macam warna.
Day 5 – Kopi
ENTAH KAPAN TERAKHIR kali hal yang hangat berkunjung ke rumah Pi, selain air mata dalam berbagai macam warna.
RUPANYA TAK SELAMANYA ditampar omongan sendiri berakhir merugikan. Ada kalanya ludah mesti ditelan lagi biar kerongkongan tak terasa kering, kalau memang tidak ada air.
DARI RATUSAN KEINGINAN yang berkelindan, berenang-renang, dan jumpalitan dalam rongga benak Eka, 99% di antaranya diisi wajah Dwi.
AKU TAHU, ANANDA, konstelasimu tak terbilang jumlahnya. Maka kendati engkau terlahir dari bias sinarku sendiri, bukanlah hakku menuntutmu setia di sini, selalu. Selamanya. Sampai nanti. Sampai mati.
PEREMPUAN DI BALIK JENDELA punya hobi tahunan: menambatkan atensi pada angkasa, menggumamkan sepatah doa yang selalu melibatkan langit.
"I’m Nobody! Who are you? Are you – Nobody – too?"
Memang, bukan Edentria namanya kalau nggak ada peristiwa ajaib. Tetapi Zayneb tahu, kasus yang satu ini adalah ajaib di atas ajaib. Sebab di antara ekstrimnya udara malam dan siang serta badai pasir yang seringkali memedihkan mata, tersembunyi Tabut Musa. Benda supranatural tertinggi sepanjang sejarah.
Blossom Bubbles Buttercup
Waktu jadikan kita dua tebing. Terpaut laut, mengangalah malam dan malang. Angin satu-satunya tukang pos yang menghantarkan rasa: ingin yang mendingin.
Sejak ditinggal ibunya pergi melanjutkan kehidupan di bawah tanah dan alam lain yang kekal, Mala kehilangan semangat hidupnya sendiri. Ibunya adalah tonggak yang menahannya agar tidak jatuh. Kini, usai tonggak itu lenyap, Mala pun ambruk jadi mayat hidup. Kamar menjadi tempatnya mendekam sepanjang hari, membaca buku yang berulang kali dibaca selama bertahun-tahun, atau duduk memeluk … Lanjutkan membaca Malapetaka Malaikat
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.