Siapa pun yang pertama menelurkan ide berdusta dan perkumpulan keluarga sudah tewas hari itu juga. Dibūnúh Nona dalam kepalanya, dengan berbagai cara màti.
Liur
Prosa dalam berbagai genre.
Siapa pun yang pertama menelurkan ide berdusta dan perkumpulan keluarga sudah tewas hari itu juga. Dibūnúh Nona dalam kepalanya, dengan berbagai cara màti.
Keesokan harinya, nama Deviana menjadi topik terpanas yang diobrolkan di grup roleplay-nya. Inti semua beritanya demikian: Deviana si Calon Presiden, ternyata adalah Amalia, Belina, dan Chandrina.
Andai kau dibekukan suhu, segalanya akan sirna dengan kita yang saling berpelukan di hadapan perapian. Sayang, tubuhmu dibekukan sesuatu yang lain. Kata dokter, pembuluh darah dan jantungmu terlalu dingin untuk mengalirkan kehidupan ke hampir seluruh bagian tubuhmu.
Seharusnya ia berjingkrak senang seperti karyawan lain yang memenuhi ruangan. Kenyataannya, batinnya malah didera keraguan. Ini takkan membuat ibunya bahagia, sekalipun sekarang sumber uang sudah dekat. Maka kadar kegembiraannya sendiri pun pupus dilahap kekhawatiran.
Di dusun tempat aku ditugaskan selanjutnya, ada tempat melahap bayangan yang berdiri di kaki bukit. Anak-anak di sana menyebutnya 'sekolah'.
"Ibuku Nawang Wulan!" Kalimat itu selalu dilantangkan seorang bocah laki-laki. Setiap pukul delapan pagi, ia keluar dari gubuk berdinding bambu dan beratapkan rerumbai. Menuturkannya pada semua yang dicegatnya saat lewat.
Di depan semangkok acar dan roti kering saat aku berumur empat, Ibu bilang, aku memelihara sebuah lentera. Aku disebutnya mukjizat luar biasa.
Kata Ibu, purnama menculik seorang anak kemarin. Lalu keluarga si anak menangis dan mengutuk sekeliling kompeks sebelum melapor pada polisi.
Tangannya terulur ke bagian tengah dari deret bulan di kalenderku, dan tiba-tiba saja jemari itu mencaplok seekor tikus got berbau busuk, tapi berdasi. Suara decapannya terdengar lebih jelas daripada deru mesin pesawat. Serpih sobekan kalender mencelat jatuh dari mulutnya yang asyik memamah.
Kami seka penderitaannya dengan belas kasih, dan Kami tuang ke mulutnya; hijau yang berseri. Mata yang semula mengatup sekarat pun mulai terbuka.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.