Kini aku tahu apa aku. Aku manusia yang punya nama. Namaku … sebentar, biar kuhirup lagi aroma kertas yang menyenangkan ini. Baik, namaku …
Rahasia
Kini aku tahu apa aku. Aku manusia yang punya nama. Namaku … sebentar, biar kuhirup lagi aroma kertas yang menyenangkan ini. Baik, namaku …
"Terlahir dari rahim orang miskin bukan salahmu. Salahmu adalah mati dalam kondisi yang sama."
Sebab ibunya hanya seorang pelacur. Dan Seroja cuma anak haram yang lahir dari rahim pelacur di sebuah rumah bordil. Yang hidupnya ada, semata berasaskan keengganan mucikari untuk menambah dosa dengan tindak pembunuhan. Seroja adalah buah yang bahkan pohonnya pun tak mampu ibunya identifikasi.
Aku melihat seorang lelaki menculik rembulan dari angkasa. Dengan tangan menggenggam gunting rumput, dia cukil benda bulat itu hingga berdarah.
Kemarin, seseorang dari entah, datang ke desanya yang nyaris ludes ditelan Bumi. Bagai Mesiah, ia menawarkan keselamatan bagi siapa pun yang percaya.
Katanya seorang anak manusia terlahir ke duni tanpa dikaruniari kegentaran, selain rasa takut naluriah pada suara keras dan kejatuhan.
Kukuh hatinya memberontak. Tidak. Ia ingin putri dan dirinya sendiri menyesapi kehidupan ini. Ia ingin menyaksikan putrinya keluar dengan selamat dan tertawa-tawa menerima boneka. Menerima rapor nilai yang sempurna. Menerima sepeda baru yang mengkilap. Menerima ponsel yang paling anyar. Memperkenalkan pacar kepadanya. Mendapatkan gaji pertama. Menikah dengan lelaki yang baik. Memiliki anak dan hidup dengan sempurna.
Aku adalah burung bulbul yang berusaha berontak dari sangkar emas. Seorang lelaki dengan 500 mawar merah yang kulihat pertama dalam pengembaraan liarku menjadi tujuanku kemudian. Olehnya, aku diajari bernyanyi—kau tahu, seekor bulbul bisa menyanyikan 300 lagu cinta berbeda untuk pasangannya.
Janda memang menggoyahkan iman. Apalagi setelah Toni melihat sendiri penampakannya ketika lewat di depan mata. Liur Toni sampai tumpah, saking tak sadar mulutnya menganga.
"Semua orang bodoh. Orang bodoh yang mengatai bodoh pada seseorang bodoh yang mengkritik orang bodoh. Terlalu sibuk mengulik kebodohan di luar sampai luput dari kebodohan di dalamnya. Tak menyadari bahwa ketidaksadaran akan kebodohan itu nyatanya kebodohan sendiri."
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.