Kita berdua adalah sepasang, meski tak ditakdirkan di satu tempat, aku percaya kita akan berakhir bersama di tempat yang tepat.
Bersama
Prosa dalam berbagai genre.
Kita berdua adalah sepasang, meski tak ditakdirkan di satu tempat, aku percaya kita akan berakhir bersama di tempat yang tepat.
Sebab yang dicarinya adalah hidup. Maka kuberikan itu kepadamu. Yang lebih kekal. Lebih pejal.
Di tepi telaga, seorang lelaki mengais biji-biji kopi masa lalu dari senja yang melarung bersama abu istrinya.
Maka apa itu benar dan apa itu salah, jika kausebut enam sebagai sembilan dan kutunjuk sembilan jadi enam?
Air mata adalah telaga yang tak pernah mati. Dari sana kita curah hujan untuk memadamkan api di hati.
Waktu takkan menunggumu. Jadi, mengapa engkau masih tabah menunggunya peduli?
Hidup kita hanya mengandung tiga babak. Di sana, lakonku adalah yang kaupuja, kaulupakan, lalu kaubuang.
Kabar bahwa akan ada angin panas sudah luas tersebar. Mengenai apa itu angin panas, bagaimana wujudnya, aku tidak tahu.
Pada bundaran yang bertengger apik di dinding kamarnya, ada dua puluh empat 'dia' mengitari angka-angka.
Heran, sungguh heran. Puisiku tak pernah sampai diantarkan kepadamu. Entah angin telah berubah jadi tukang pos yang tak lagi amanah, atau justru hatimu yang sudah pindah rumah.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.