Empat kota tua dipelintir jadi satu rumah. Engkau menyinggahinya saat jauh malam; saat kesadaran jatuh dimakan lelap.
Tawa
Prosa dalam berbagai genre.
Empat kota tua dipelintir jadi satu rumah. Engkau menyinggahinya saat jauh malam; saat kesadaran jatuh dimakan lelap.
Segalanya selalu dimulai dari ketiadaan. Ketiadaan cahaya; gelap. Ketiadaan suara; senyap. Ketiadaan kesadaran; renyap.
Seorang Pencuri berparas Asia sebenarnya bukan pencuri. Kalaupun iya, satu-satunya yang berhasil dicurinya hanyalah hati si perempuan bangsawan.
Hidup tak ubahnya permainan hegemoni dualisme beserta lapisan spektrumnya yang saling bergantian menaiki jungkat-jungkit. Gelap dan terang, malam dan siang, adalah konstruksi keberadaan. Tanpa salah satunya, mustahil hidup ini berjalan.
Ia memahaminya: pagi ini telah menentukan nasib barunya. Gerbang barunya pun membuka. Kini, ia bisa mengakhiri segalanya.
Balasan untuk lima puluh tangkai mawar merah yang Kaola kirim pada Valentine, tiba di hari White Day. Balasan perdana untuk dua belas tahun masa kerjanya, yang membuat jantungnya nyaris copot.
Yang kutahu, aku butuh dia, dan kurasa, dunia yang kejam dan sinting akan melunak dan jadi lebih waras kalau ia membersamaiku; ada di pihakku, di jalan ini.
Bagaimana rasanya bahagia? Kata anak tetangga, aku belum pernah merasakannya karena belum pernah dipeluk. Jadi, bagaimana rasanya dipeluk?
Sosok itu adalah sewujud mimpi Farah di siang bolong. Mimpi yang seharusnya hanya jadi mimpi. Yang seharusnya hanya bisa dilihat dalam mimpi dan bayang-bayang. Tidak dalam jarak dua meja, apalagi dua inci.
Kamu tahu, kenapa dalam Supernova, yang jadi peretas kunci itu laki-laki, sementara peretas gerbangnya perempuan?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.